SERUYAN – Bupati Seruyan H Sudarsono, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama waspada terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab yang berniat memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa. Hal itu dia sampaikan seusai memimpin upacara memperingati “Hari Kesaktian Pancasila”.

“Paling penting, (Hari Kesaktian Pancasila) ini mengingatkan kita bahwa sesudah kemerdekaan Tahun 1945, ternyata republik ini ada rongrongan dari dalam,” kata Sudarsono di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin (1/10/2017).

Salah satunya contohnya lanjut Sudarsono, yakni peristiwa pemberontakan PKI pada tahun 1965. Sebuah sejarah yang sangat kelam bagi bangsa Indonesia dan terus menghantui dalam kehidupan berbangsa.

“Jangan sampai republik yang sudah susah payah diperjuangkan, berdarah-darah, korban jiwa yang tidak terhitung lagi, kemudian, di dalam perjalanannya membangun ini, ada kelompok-kelompok saparatis yang mau merongrong negeri ini,” tutur Sudarsono.

Jelas Bupati Seruyan, Hari Kesaktian Pancasila ini adalah sebuah alat untuk mengingatkan kita kembali, bahwa hanya satu dasar negara ini berdiri hanya pancasila. “tidak ada dasar lain. Karena pancasila ini mencakup semua agama, semua golongan dan semua kepentingan ada disitu, bersatu padu disitu,” tegasnya.

Di Seruyan, upacara peringatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Hadir segenap unsur Muspida, forum SKPD, TNI, Polri, Satpol PP, Pelajar, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan para undangan lainnya.

Dalam upacara itu, Sudarsono memimpin peserta upacara membacakan naskah teks pancasila. Dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan UUD 1945 oleh Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Budaya Kabupaten Seruyan, Tunjarsyah.

Di kesempatan itu tidak ketinggalan H. Noorhasan yang merupakan wakil ketua I DPRD Seruyan ikut serta dalam pembacaan ikrar setia kepada pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).