PALANGKA RAYA – Toleransi antar umat beragama terasa saat malam pergantian tahun 2017, beberapa pekan kemarin.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng Brigjend Pol Anang Revandoko, Danrem 102 Panju Panjung Kolonel Arm M. Naudi Nurdika SIP M.Si, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran menyambangi Gereja Katedral Santa Maria di Jalan Tjilik Riwut sebelum misa akhir tahun digelar.

Menurut Sugianto, tujuan dari kedatangan pihaknya itu, untuk mengajak umat Nasrani berdoa untuk Kalteng khususnya Indonesia agar dijauhkan dari perpecahan dan bencana.

 “Mari bersama sebagai umat beragama, kita mendoakan Kalteng agar terus damai dan aman,” katanya.

Ia juga mengajak umat Katolik untuk bahu membahu membangun Kalteng dengan cara harmonis agar cita-cita para pendiri daerah, dapat tercapai sesuai Falsafah Huma Betang. 

“Kalau semua harmonis, akan mudah membangun Kalteng ini. Apabila bersama-sama, segala kesulitan akan teratasi,” ujarnya.

Tidak hanya sekedar memantau perayaan dan ibadah tutup tahun, rombongan pejabat yang notabenenya bukan dari warga Katolik pun, masuk ke dalam gereja dan membaur bersama jemaat lainnya. Sehingga tampak keakraban dan keberagaman ketika misa. 

Selain Gereja Katedral, rombongan juga sempat menyambangi beberala Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang beraliran protestan. (fer)

BERBAGI