PALANGKA RAYA – KPU Kota Palangka Raya resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari jalur perseorangan, 25-29 November mendatang.

Pasangan Rusliansyah-Rugas Usup, Yuliastri- Fathul Munir telah menyerahkan berkas persyaratan di waktu nyaris bersamaan pada akhir pekan.

Masing-masing mengklaim telah menerima 19.700 lebih KTP dukungan serta berkas lainnya sesuai permintaan KPU.

Seakan tidak mau kalah, mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 dan 3, Nampung berkolaborasi dengan Budi Santoso. Kemudian Dagud bersama Fitriadi Yusuf juga ikut mendaftar.

Namun dari keempat pasangan tersebut, yang cukup menyita perhatian yakni Yuliustry dan Fathul Munir, lantaran mendatangi KPU dengan mengenakan pakaian adat Dayak. Sementara wakilnya mengenakan pakaian keagaamaan namun lebih mirip seperti Betawi.

Uniknya, sebelum mendatangi Kantor KPU di Jalan Tangkasiang, pasangan berlatar belakang ekonomi keuangan dan militer ini, bersama rombongan, lebih dahulu mengelilingi Bundaran Besar sebanyak tujuh kali seraya melahap lu lu lu lu keiii.

Yuliustry membantah jika ritual itu bagian dari hajatan jika ia terpilih menjadi wali kota. Dijelaskannya, ritual tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur suku Dayak dan menyampaikan niatan mereka untuk maju kemudian menang dalam pemilihan pada tahun 2018 mendatang.

“Saya tegaskan ini bukan hajatan kami. Kami menghormati leluhur Dayak. Kami yakin lolos karena leluhur ada di belakang kami,” imbuhnya.

Sedangkan bakal calon Rusliansyah sesumbar pasti terpilih menjadi wali kota lantaran berpengalaman dalam pemilihan legislatif beberapa tahun lalu. “Waktu pileg kan banyak yang memilih saya. Kita berpatokan dengan itu. Pileg aja terpilih apalagi pilwalkot,” tutupnya. (fer)

BERBAGI