Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Tengah Haris Sadikin

MEDIABORNEO, Palangka Raya – Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Tengah Haris Sadikin mengatakan, pers harus berperan dalam upaya pendidikan tentang Hak Azasi Manusia. Hal itu diaplikasikan melalui pemberitaan yang memenuhi standar jurnalistik.

“Pers harus menjadi media pendidikan tentang hak azasi manusia,” kata Haris usai menjadi narasumber dalam dialog bertajuk “Membangun Kesadaran Bersama Mencegah Praktek Pelanggaran HAM di Kalteng” di Palangka Raya, Senin (18/12/2017).

Dijelaskan Haris, wartawan dalam membuat sebuah berita wajib menjunjung tinggi hak-hak seseorang sesuai norma hukum dan sosial yang berlaku. Sebagai contoh dalam berita yang berpotensi merusak citra seseorang.

“Sebuah karya jurnalistik yang dibuat wartawan harusnya berdasarkan azas praduga tak bersalah. Mengedepankan konfirmasi,” jelas dia.

Dialog yang digelar Lembaga Tunas Borneo di Aulan KNPI tersebut dihadiri sejumlah organisasi kepemudaan di Palangka Raya, himpunan mahasiswa dan banda eksektufi mahasiswa di sejumlah kampus yang ada.

Direktur Tunas Borneo Aan Nurhasan mengatakan, dengan forum itu diharapkan terbagun pengetahuan dan kesadaran tentang HAM. Dengan itu maka diharapkan dapat mencegah seseorang menjadi pelaku maupun korban pelanggaran HAM.

“Dengan pengetahuan tentang hak-hak maka otomatis mencegah seseorang menjadi pelaku atau korban pelanggaran HAM,” kata Aan di lokasi kegiatan, Aula KNPI Kalimantan Tengah, Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya.

Dalam forum yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB itu, ada beberapa topik yang dibahas. Antara lain sudut pandang HAM dilihat dari aspek hukum, sosial masyarakat dan peranan dalam pencegahan terjadinya pelanggaram HAM. (ron)

 

BERBAGI