Beranda Headlines Museum Balanga Gelar Ritual “Manyadingen Ramu”

Museum Balanga Gelar Ritual “Manyadingen Ramu”

BERBAGI

PALANGKA RAYA – Museum Balanga Kota Palangka Raya menggelar ritual adat “Menyandingen Ramu” atau dalam Bahasa Indonesianya Mendinginkan Barang. Puncak ritual ini berlangsung tepat pukul 12.00 WIB, Kamis (30/11/2017).

Kepala UPT Museum Balanga, Maliaki kepada sejumlah media menegaskan, sebanyak 10 jenis benda peninggalan bersejarah didinginkan. Seperti guci, uang zaman dulu peninggalan nenek moyang hingga mandau dan talawang.

Baca juga: Fasilitas Wisata di Kalteng Diakui Minim 

“Setiap tahun ini digelar. Agar benda-benda ini aman di dalam museum. Selain itu, ritual ini memiliki nilai edukasi. Kita bisa memperkenalkan budaya dan benda peninggalan orang-orang Dayak zaman dulu,” ujarnya.

Turut hadir dalam ritual itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Dr Guntur Talajan SH M.Pd. Dirinya membeberkan, biasanya sebagai rasa syukur Suku Dayak setelah ritual adat ini diselenggarakan, diadakan pemotongan hewan.

“Seperti sapi, mohon maaf babi juga dan ayam. Tujuan dari ritual ini salah satunya untuk melestarikan karena ini merupakan peristiwa budaya,” ucapnya.

Baca juga: Penetapan Tersangka Kepsek dan Wakasek SMAN 1, Sugianto Kunjugan Mendadak 

Berdasarkan pantauan, sebelum acara puncak, terlebih dulu dilakukan acara doa-doa menggunakan bahasa Dayak. Lantunan kepada Ranying Hatala Langit dipimpin oleh Basir dan tokoh adat lainnya. Di depan Basir, telah tersedia tulang dan daging babi, sapi, ayam serta makanan lainnya. (fer)

BERBAGI