Jumat, Juni 21, 2019
Kalimantan Tengah

Dugaan Oknum BPN Terlibat Menguak Dalam Pencaplokan Tanah Bersertifikat

Suriansyah Halim, Kuasa Hukum 100 warga Jalan Chandra Buana, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya yang melaporkan kasus dugaan pencaplokan lahan dengan modus penerbitan sertifikat hak milik.
28Views

PALANGKA RAYA, Mediaborneo.com – Oknum di Badan Pertanahan Nasional Palangka Raya diduga terlibat dalam semrawut kasus sertifikat hak milik di atas hamparan tanah di Jalan Chandra Buana, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya. Dugaan ini telah dilaporkan ke Polres Palangka Raya.

Penasehat Hukum Suriansyah Halim yang menjadi kuasa 100 warga mengatakan, mereka telah melaprkan sejumlah nama ke polisi. Antara lain nama yang tertera di SHM diduga aspal, kemudian mantan camat setempat dan Direktur PT Adi Luhur Bumi Rahayu serta oknum pejabat BPN Kota Palangka Raya.

“Dugaan kita ada kongkalingkong dari tingkat kecamatan hingga ke bawahnya. Kemudian ikut terlibat oknum BPN Palangka Raya sebagai pihak yang menerbitkan sertifikat dan pihak developer sebagai pihak berkempentingan lainnya,” papar Halim, di Palangka Raya, Minggu (22/4/2018).

Lanjut Halim, kuat dugaan pihak-pihak itu telah bersekongkol untuk membuat sertifikat tanah, sementara tanah-tanah itu dimiliki sekitar 100 orang dengan legalitas surat keterangan tanah (SKT) dan sertifikat hak milik (SHM).

“Seratus lebih tanah milik masyarakat baik yang sudah bersertifikat atau yang ada SKT nya telah direbut oleh orang yang mengaku bernama Aminal yang telah membeli tanah kepada Djamhuri,” kata Suriansyah Halim.

Halim menjelaskan, berdasarkan penelusuran pihaknya, pemilik nama yang tertera di sertifikat diduga aspal itu mengaku membeli tanah dari Djamhuri dengan ukuran 350 X 750 meter. Lucunya apa yang disampaikan tersebut kuat dugaan tidak benar karena Djamhuri (alm) hanya memiliki surat keterangan tanah dengan ukuran 150 X 750.

Sementara itu warga mengatakan, terpaksa mengadukan kasus tumpang tindih lahan tersebut. Karena mereka sudah belasan tahun menempati lokasi lahan tersebut dan sudah membangun rumah. Namun, belakangan, malah lahan milik mereka diklaim sudah ada pemiliknya bahkan sudah memiliki sertigfikat yang menindih surat keterangan tanah yang sudah lama dimiliki oleh warga.

“Kami dijanjikan untuk ganti rugi oleh developer yang membangun rumah dikawasan rumah kami, tetapi sampai saat ini belum juga ada ganti ruginya, makanya kami adukan hal ini kepada polisi untuk menanganinya,” ujar salah satu warga.

Tinggalkan Balasan