Punya Ayah Tiri, Pemuda Jepara Gantung Diri

PALANGKA RAYA, Mediaborneo.com – Kasus gantung diri seorang pemuda asal Jepara, Jateng, masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Namun, kuat dugaan korban murni bunuh diri. Karena berdasarkan keterangan saksi, yang telah dikumpulkan oleh pihak kepolisian, diduga korban stres.

“Hasil visum sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik,” ujar Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, Jumat (9/2/2018).

Sebelumnya, karena tak kunjung pulang, ternyata ditemukan menggantung di pohon sekitar kebun milik warga di Jalan Keranggan XXIII, Kamis (8/2) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dwi Hengki Prasetyo (21) ditemukan tewas dengan kondisi wajah menghitam, lehernya terlilit tali. Diduga, korban tewas sejak malam hari.

Menurut pengakuan salah seorang saksi, Gandung (47) warga Keranggan dekat SMPN 12 Tanjung Pinang, dirinya berniat melihat kebun. Dari kejauhan, melihat ada orang berdiri di bawah pohon namun setelah sekian lama diamati, tidak bergerak. “Saya tidak berani menghampiri. Menuju ke rumah Pak RT Abdul Khrisno untuk memberitahukan,” katanya.

Kemudan Ketua RT bersama Untung dan Eko menuju lokasi dengan membawa senapan angin untuk melihat dari teleskop. Tapi tidak bergerak dan melihat ada lilitan tali di leher.

“Kesimpulannya, korban gantung diri. Selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pinang dan warga lain,” imbuhnya.

Siswanto (48) ayah tiri korban menyebut,  korban tidak pulang sejak, Rabu (7/2/2018). Menurutnya tanpa alasan meninggalkan rumah dan tidak tahu menuju kemana.

Tidak ada pulang ke rumah dan pada malam harinya dicari, tidak ketemu. Korban diduga stress karena saat datang dari Jepara 10 hari lalu, sudah menunjukan gelagat aneh.

Sedangkan ibu kandung korban Purwasih (38) mengakui, tali yang digunakan korban untuk gantung diri dari rumah. “Tidak tahu ada masalah apa. Sampai kami mendapat informasi bahwa korban ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon,” tutupnya. (fer/red)