Pesan Pendek Masyarakat untuk Calon Bupati Kabupaten Lamandau

Tokoh Pemuda Kabupaten Lamandau Ratno.

Oleh: Ratno
Tokoh Pemuda/ Direktur PT. Borneo Multimedia Mandiri


Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Lamandau tinggal beberapa bulan lagi, inilah saatnya warga masyarakat di kabupaten Lamandau mulai menentukan sikap dan memilih kriteria calon kandidat bupati di Kabupaten Lamandau yang terbaik.

Segala iklan, spanduk dan janji, visi dan misi calon-calon bupati Lamandau dengan partai-partai politik pengusungnya, mulai sering terdengar dan dilihat di semua media, bahkan secara tidak langsung atau sembunyi-sembunyi melakukan pendekatan dan kampanye kepada masyarakat.

Empat pasang calon kandidat bupati dan wakil bupati Lamandau adalah calon-calon pasangan bupati kuat, yang diharapkan dapat menunjang kemajuan Kabupaten Lamandau.

Kabupaten Lamandau akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan langsung kepala daerah, 27 Juni 2018 mendatang. Momentum bersejarah tersebut bakal menentukan nasib rakyat. Mau dibawa ke mana perahu Kabupaten Lamandau? Apakah Bahaum Bakuba bakal menjadi rumah hunian yang layak atau sebaliknya, menjadi perahu retak?

Entahlah. Semuanya tergantung politik anggaran dan visi misi pembangunan bupati terpilih.

Menyambut hajatan demokrasi lima tahunan tersebut, para kandidat sudah kasak-kusuk tebar pesona, pamer wajah cabup-cawabup ke kampung-kampung semakin menggeliat. Mereka datang sambil menenteng sejumput harap dan segepok impian. Mengusung niat suci dalam nada dasar yang sama; terpanggil membaktikan diri untuk rakyat. Membangun tanah Bahaum Bakuba.

Kabupaten Lamandau dengan karakter politik yang masih kental dengan unsur-unsur non politis, tentunya membutuhkan strategi yang tidak enteng agar bisa terpilih. Sebab nama besar figur, mesin partai yang canggih, duit banyak, seabrek pengalaman dan sejumlah track record lainnya bukanlah jaminan untuk menang.

Itu sebabnya strategi dan perencanaan yang matang serta eksekusi lapangan mempengaruhi rakyat hanyalah bagian kecil memuluskan langkah figur menuju kursi panas itu. Saya yakin pemilih punya kriteria. Mereka sudah kantongi figur yang tepat yang bakal dipilih menjadi Bupati Lamamdau.

Pertanyaan yang menggedor nubari kita: Apakah para kandidat yang maju dalam arena pilkada lantaran sudah mengantongi visi misi pembangunan daerah secara jitu jika terpilih kelak? Apakah tilikan prioritas mengacu pada keunggulan potensinya?

Pertanyaan ini penting karena mayoritas kandidat cendrung memformulasikan visi misi pembangunan secara normatif saja. Atau lebih gemar mengubar janji manis. Rancangan hanya mengupas bagian permukaan saja. Tidak menukik pada esensi persoalan kebutuhan kontekstual rakyatnya.

Kalaupun ada yang menjangkau harapan publik, beda-beda tipis dengan yang sudah-sudah. Janji-janji saat tatap muka atau kampanye hanya mimpi di atas mimpi. Kegiatan berjalan seadanya. Sibuk urus keluarga dan tim suksesnya.

Akhir kata saya Sebagai masyarakat hanyalah bisa berdoa dan tetap berharap kepada kandidat bupati terpilih yang amanah, jujur, merakyat, dan dapat menjaga bahkan memperbaiki nama Kabupaten Lamandau menjadi lebih baik dan sangat baik, serta dapat mengaplikasikan Semboyan Bahaum Bakuba dalam kepemimpinannya kelak. ***