BRI Nanga Bulik Diduga Bocorkan Data Nasabah

MEDIABORNEO, NANGA BULIK– Pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Nanga Bulik yang terletak di jalan  CJ.Rangkap, mendapat kecaman keras dari seorang nasabah setianya, Ratno. Dia mengaku dirugikan oleh tindakan pihak bank yang membuka informasi perbankan miliknya.

“Saya tidak terima dan merasa dirugikan oleh pihak bank tersebut yang membocorkan atau memberikan informasi terkait data keuangan atau rekening pribadi saya kepada pihak lain tanpa persetujuan atau ijin dari saya baik secara tertulis maupun lisan,” ungkap Ratno, Kamis (18/1/2018)

Ditegaskannya, seharusnya pihak bank justru dapat menjaga rahasia data keuangan atau rekening nasabahnya bukan malah sebaliknya. Dimana dengan mudah memberikan print out rekening tabungan nasabahnya ke pihak lain tanpa sepengetahuan dan seijin pemilik rekening.

“Ini jelas melanggar aturan, seharusnya kan tetap mengikuti prosedurnya, saya sendiri saja klo datang ke bank mau minta print out rekening tabungan saya sendiri pasti selalu diminta menunjukan KTP, buku tabungan dan kartu ATM saya, ini kok orang lain minta print out rekening saya tanpa seijin saya malah diberikan dengan mudah,” bebernya.

Padahal, lanjut dia, seharusnya bank sekelas BRI mengetahui dan menjalankan prosedur dan aturan tersebut, bukan malah melanggarnya walau dengan alasan apapun.

“Pihak berwenang dan penyidik saja untuk mendapatkan data milik nasabah terkait tugas penyidikannya tetap harus mengikuti aturan yang ada, ini kok malah orang biasa bukan pihak yang berwenang atau penyidik dapat dengan mudah mendapatkan print out rekening yang bukan miliknya,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, dirinya mengaku sangat kecewa dan merasa sangat dirugikan serta mengancam akan menutup rekeningnya di salahsatu bank plat merah milik pemerintah ini.

Saat awak media ini berusaha meminta komfirmasi terkait masalah yang dilaporkan kepada pimpinan bank tersebut, Wiji,  melalui telepon selulernya tidak aktif dan sms pun tidak dijawab hingga berita ini diturunkan.

Sedangkan pegawai yang merasa telah memberikan data rekening saudara Ratno kepada pihak lain tanpa ijin, telah mengakui kesalahannya dan memohon agar masalah ini tidak diperpanjang dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.(Alban)