BNNP Kalteng Tangkap 3 Warga Terkait Jaringan Narkoba Antar Negara

PALANGKA RAYA, Mediaborneo.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah membekuk tiga orang yang selama ini diduga memasok narkoba. Berdasarkan hasil penyelidikan para tersangka masuk jaringan narkoba antar negara.

“Tiga tersangka ini warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dari tangan tersangka yang berinisial YN (45), RD (31) dan FD (37), kita berhasil mengamankan 853,1 gram sabu,” kata Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi saat menggelar pers rilis di kantornya, KamisĀ  (8/2/2018).

Pengungkapan ini berawal informasi yang menyebut YN sedang mengambil pengiriman narkoba jenis sabu dari seseorang di perbatasan antara Kalteng dan Kalbar. Anggota BNNP kemudian melakukan pembututan terhadap YN ke Kota Pangkalan Bun yang menemui bandar besar RD di Jalan Sudirman.

Setelah merasa yakin, petugas mencoba mengamankan para pelaku. Namun kata Lilik Heri, RD berhasil melarikan diri dalam operasi kali itu.

“RD sempat melarikan diri ke Kota Palangka Raya dan menginap di sebuah hotel. Karena mengetahui dikejar petugas, ia juga sempat bersembunyi di Kota Sampit, hingga akhirnya yang bersangkutan kembali ke rumahnya di Jalan Mahid Badir sehingga langsung kita bekuk karena kita sudah mengintai yang bersangkutan,” katanya.

Dari tangan RD petugas BNNP setempat berhasil mengamankan 1,97 gram sabu dan dua butir pil ektasi warna hijau berlogo XL yang disembunyikan di kediamannya itu.

“Selain sabu dan pil ektasi kita juga mengamankan uang tunai sebesar Rp20 juta diduga hasil penjualan narkoba. Kemudian satu unit handpone merk Samsung A7 dan Nokia. Selanjutnya sebuah sepeda motor merk Yamaha NMMAX yang digunakan untuk bertransaksi,” ucapnya.

BNNP kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk FD. Hasil pengembangan ini petugas mengamankan delapan kantong besar sabu-sabu dengan berat kotor 809,37 gram.

“Ditambah satu kantong sedang dengan berat 30,18 gram, bungkus kecil 13,55 gram dan obat pil ektasi berlambang XL sebanyak 43 butir,” beber Lilik.

Adapun total barang bukti sabu yang diamankan mencapay 853,1 gram. Kasus ini juga masih dikembangkan guna membongkar jaringan yang berada di Pontianak.

“Sebenarnya barang ini berasal dari Malaysia, karena RD yang meminta kirimkan narkoba itu melalui seorang perempuan yang berada di Pontianak, Kalbar. Jaringan dari Kalbar memesan dari Negara Malaysia,” tegasnya.

Diduga Dibekingi Perwira Kepolisian

Hasil pemeriksaan BNNP, tersangka RD memiliki kenalan perwira polisi yang bertugas di Kalimantan Tengah. Namun Lilik menyatakan tidak ingin menyimpulkan terlalu cepat hingga bukti yang dimiliki pihkanya meyakinkan.

“Itu baru indikasi benar atau tidaknya yang disangkakan itu terlibat kami masih kembangkan,” tegas Lilik.

Tersangka dikenakan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup dan paling rendah 6 tahun. (ant/red)